...
sepi membuat perasaan jadi lebih gampang terluka.
sepi membuat perasaan lebih mudah meneteskan darah.
sepi membuat diri memikirkan jalanan berbatu undakan bukit rimba gelap yang tak perlu dilewati.
'jangan merasa sepi kalau kau belum mampu hadirkan pasrah dalam dirimu'.-tapi ini bukan soal pasrah atau tidak pasrah ini soal menahan duka yang menggantung dipelupuk mata.
'jangan merasa sepi dan kau akan mampu berbuat banyak. mampu ucapkan mantera perisai pelindung untuk kau gunakan pada hatimu'.
ada larangan 'jangan merasa sepi..' yang dituliskan seperti perjanjian tidak tertulis. cap tangan dan hati. tapi ternyata sepi menyerang dan memberikan ujian batin yang amat sulit.
ujian yang banyak sekali membuat emosi menjadi liar tak terkendali. emosi yang bertengkar memperebutkan tempat pertama untuk meraih tropi yang bertajuk 'egoisme'.
egoisme yang mendorong terjadinya perhelatan batin dan terus menerus memprovokasikan bahwa hanya diri yang terluka. hanya diri yang sakit. hanya diri yang penuh pengorbanan. hanya diri yang benar.
egoisme yang menghancurkan setiap sabar dan bahkan menghancurkan sebuah piagam kebijakan yang menjadi kebanggaan diri.
egoisme yang menciptakan belati yang selalu melukai hati.
sepi, atau tidak..
Friday, July 30, 2004
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments: