"kupersembahkan padamu gaung kematianku, episode kelahiranku"
...rasa sakit itu jelmaan jurang terdalam yg harus kau lewati demi sebuah kebahagiaan.
Kau tenang ketika menyeberanginya -bahkan bila kau hanya brbekal seutas tali- maka kau akan sampai dengan selamat.
Kau berlari begitu cepat krn kau ingin sgr sampai, jangan menangis bila kau terjatuh.
cinta itu bukan melulu pengorbanan. Kau harus tahu apa yang telah kau tebar diatas bibit cinta yang kau miliki, shg kau dapat menebak apa yang akan kau panen kelak. Salah satu benih yang bisa kau tanam berbentuk kepercayaan dan keyakinan.
Jangan salah sangka , percaya dan yakin itu juga bukan melulu harus kau berikan padanya tapi juga harus banyak kau berikan pada dirimu sendiri.
kau adalah pendampingnya, sosok utuh yang menemaninya menghargai setiap perubahan dan setiap peristiwa.
Kau akuilah bahwa kau juga sosok yang penuh keinginan untuk ditemani dalam setiap perubahan, penghargaan, debar, ide yang kau miliki untuk dapat kau bangun. Dia akan lebih menghargaimu bila kau punya 'dirimu sendiri' dan keyakinanmu atas apa yang kau lakukan.
…
Aku pernah membiarkan diri terjebak dalam ruangan yang salah . Aku pernah membiarkan diriku menebar pupuk yang salah dalam memelihara hubungan. Aku begitu takut akan rasa kehilangan.
Aku pernah ingin mengasah dan menancapkan pisau dijantung ketika kehilangan ternyata tetap harus aku hadapi.
Aku pernah ingin mati karena perasaan sakit yang luar biasa. aku membuang kenangan dan mulai mengiris-iris ingatan.
Aku pernah salah memasuki ruangan dan menebar pupuk yang malah mematikan. gaungku dan apa yang aku panen hanya menyerangku balik.
aku lelah.
"…words were no longer enough. Smashing things were no longer help. Just wanna run and never comeback.." (JK Rowling)
Aku memaksa diri melepaskan setiap harap, tapi simpul terlalu kuat, ikatan yang bukan sekedar.
Ingatan tentang keyakinan yang kumiliki jadi pemandangan indah (ada dalam diri). Keyakinan yang membuatku berpijak tegak bertahan dari badai yang aku ciptakan dalam diri.
Seandainya Tuhan berkenan aku ingin melihat pemandangan itu lebih dekat lagi.
Tuhan masih selalu Maha Pendengar Pinta, Maha PembolakBalik Hati.
...
jangan menipu batin bahwa kau tidak lelah. Aku percaya ini hanya ledakan dari sakit yang kau rasakan dan ternyata kita hanya menangisi sesal, karena ternyata kita juga bersalah atas rasa sakit ini.
Biarkan kau (dia) satukan lagi setiap keping perasaan yang kalian miliki . Tidak ada dendam tidak ada lagi noda yang merusak pandangan. Biarkan kau bangun lagi semua dirimu yang pernah kau tinggal dibelakang. biarkan dia mengambil nafas dulu untuk menjernihkan dadanya menghilangkan ragunya. biarkan kau tegakkan lagi tiang yang pernah runtuh yang ada dalam diri. biarkan dia menyusuri dulu dilemanya, setiap jejak yang menuntunnya kembali padamu.
Akan ada yang terburuk dari semuanya. kau harus pahami itu. kau harus bertahan berdiri dengan kakimu walau kau harus memegang penyangga ditanganmu. semuanya akan menjadi yang terbaik untukmu. Dia yang Maha Tahu sedang merencanakan sesuatu untuk hidupmu. Dia yang Maha Pemberi takkan berikan rasa sakit lebih daripada yang bisa kau tanggung.
Berjuanglah bersama harapan dan sisa-sisa perasaaanmu yang masih lekat. Bebaskan rasa sakit, demi mimpi dan keinginanmu untuk terus mencinta.
Tuhan lebih dekat dari urat lehermu.
...
-hes-
Friday, July 30, 2004
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments: