Saturday, August 28, 2004

gelas baru dari kristal

ada gelas dari kristal
menyimpan kenangan
ingatan untuk warisan
masa silam dan masa depan


apa sih artinya gelas? sederhananya gelas itu untuk menampung air yang akan kita minum. karena fungsi dasarnya memang itu. Thats it! Sebodo amat kalau misalnya gelas itu mau diisi air putih kek air merah kek atau air keras sekalipun.

Gelas itu juga bisa saja satu saat menampung pahala, saat lain menampung dosa. Tergantung akan kita pakai menampung apa gelas itu. Yang menentukan 'kehalalan' atau 'keharaman' cairan yang kita minum bukan gelasnya kan? tapi nurani kita.

Aku selalu dibuat terkagum-kagum pada setiap gelas yang dibawakan suamiku. Satu hari dia memiliki gelas keramik hijau dan tutupnya. Anggun. Gelas itu di'klaim' sebagai gelasnya (sebenarnya saya sih yang meng'klaim'nya. Kayanya gaya gitu dia punya gelas sendiri, yang maunya gelas itu dihormati oleh anak2 kami kelak, dalam arti kata mereka tidak akan sembarangan menggunakan gelas ayahnya. tapi kalau saya mah boleh :p). -terlalu banyak aturan yah?-

Entah ya, saya cuma ingin anak2 selain mengakui keberadaan orang tua mereka sebagai teman, sebagai sahabat, sebagai tempat bertanya, tapi mereka tetap harus menghargai keberadaan kami sebagai orang tua yang harus dihormati dengan menjaga tata kromo dan adat kesopanan yang 'konvensional'. hah? saya gila hormat? sedikiiiit.. wajarlaaah.

Tapi anak2 belum ada. saya jadi rindu. padahal mereka belum juga lahir. Semoga Allah percayakan pada kami: anak. kelak ketika IA pikir kami sudah siap, maka kami akan siap.

Kok ya? Itu tadi soal anak, balik lagi ke gelas. Suami saya itu suka membawa gelas-gelas, souvenir dari liputannya. Menyenangkan sekali mendapatkan sesuatu yang baru yang akan jadi bagian dari rumah kecil kami.

Satu hari dia membawa gelas besar bening. Pesan dari yang memberi souvenir 'Jangan mabuk ya?'. bercanda tentunya dia, tapi peringatan juga bukan. Walau saya kok agak jengah mendengarnya ya? Tentunya suami saya tidak akan mabuk karena hanya saya yang akan mengisi gelas itu dan saya juga hanya akan mengisinya dengan air putih yang sehat, bukan bir yang memabukkan, walau gelas itu memang 'gelas bir' !!? (loh kok emosi?:p)

Sekarang gelas bening itu yang dia pakai untuk tempat minumnya dan gelas yang sebelumnya, diwariskannya untuk saya (jadi sekarang gelas itu saya klaim sebagai gelas saya, gelas ibu :p).

Gelas bening itu bagus. Saya suka melihat gelembung air putih ketika saya menuangkannya ke dalam gelas itu. Seperti membenamkan wajah dalam air dan kita bernafas didalamnya. Sejuk.

Sebenarnya gelas itu, sederhananya hanya sebagai tempat minum, tapi penghargaan kita akan keberadaannyalah yang membuat sebuah gelas tampak seperti benda yang patut dijaga dan dipelihara, paling tidak demi kenangan. (hes)

0 comments: