aku mimpi buruk semalam tengah tengah malam berujung menjelang pagi. aku bicara melepas gulana. cemburu yang mebakarku dari ujung rambut keujung-ujung jari-jari kaki. bicara melepas rasa takut.
aku mimpi buruk semalam. kau digandeng dimanja-manja. aku cemburu cemburu membakar kulit. kau pandangi aku dari jauh. berharap kau tak disana.
aku mimpi buruk beribu malam yang lalu. mimpi yang lekat erat membakar stiap inci otakku. meluluhlantah getahkan hatiku.
aku mimpi buruk. kau menciumiku dengan deras berharap aku memaafkan setiap gelisahku. aku cemburu. aku cemburu memanen emosi.
aku mimpi buruk berujungujung. aku katakan aku satu dan aku istrimu, aku katakan padaku, aku katakan padanya dan ia menghilang pergi.
aku mimpi kau bilang padaku, 'aku mencintaimu'.
Friday, July 30, 2004
atau tidak.
...
sepi membuat perasaan jadi lebih gampang terluka.
sepi membuat perasaan lebih mudah meneteskan darah.
sepi membuat diri memikirkan jalanan berbatu undakan bukit rimba gelap yang tak perlu dilewati.
'jangan merasa sepi kalau kau belum mampu hadirkan pasrah dalam dirimu'.-tapi ini bukan soal pasrah atau tidak pasrah ini soal menahan duka yang menggantung dipelupuk mata.
'jangan merasa sepi dan kau akan mampu berbuat banyak. mampu ucapkan mantera perisai pelindung untuk kau gunakan pada hatimu'.
ada larangan 'jangan merasa sepi..' yang dituliskan seperti perjanjian tidak tertulis. cap tangan dan hati. tapi ternyata sepi menyerang dan memberikan ujian batin yang amat sulit.
ujian yang banyak sekali membuat emosi menjadi liar tak terkendali. emosi yang bertengkar memperebutkan tempat pertama untuk meraih tropi yang bertajuk 'egoisme'.
egoisme yang mendorong terjadinya perhelatan batin dan terus menerus memprovokasikan bahwa hanya diri yang terluka. hanya diri yang sakit. hanya diri yang penuh pengorbanan. hanya diri yang benar.
egoisme yang menghancurkan setiap sabar dan bahkan menghancurkan sebuah piagam kebijakan yang menjadi kebanggaan diri.
egoisme yang menciptakan belati yang selalu melukai hati.
sepi, atau tidak..
sepi membuat perasaan jadi lebih gampang terluka.
sepi membuat perasaan lebih mudah meneteskan darah.
sepi membuat diri memikirkan jalanan berbatu undakan bukit rimba gelap yang tak perlu dilewati.
'jangan merasa sepi kalau kau belum mampu hadirkan pasrah dalam dirimu'.-tapi ini bukan soal pasrah atau tidak pasrah ini soal menahan duka yang menggantung dipelupuk mata.
'jangan merasa sepi dan kau akan mampu berbuat banyak. mampu ucapkan mantera perisai pelindung untuk kau gunakan pada hatimu'.
ada larangan 'jangan merasa sepi..' yang dituliskan seperti perjanjian tidak tertulis. cap tangan dan hati. tapi ternyata sepi menyerang dan memberikan ujian batin yang amat sulit.
ujian yang banyak sekali membuat emosi menjadi liar tak terkendali. emosi yang bertengkar memperebutkan tempat pertama untuk meraih tropi yang bertajuk 'egoisme'.
egoisme yang mendorong terjadinya perhelatan batin dan terus menerus memprovokasikan bahwa hanya diri yang terluka. hanya diri yang sakit. hanya diri yang penuh pengorbanan. hanya diri yang benar.
egoisme yang menghancurkan setiap sabar dan bahkan menghancurkan sebuah piagam kebijakan yang menjadi kebanggaan diri.
egoisme yang menciptakan belati yang selalu melukai hati.
sepi, atau tidak..
Kepada Titik-titik
"kupersembahkan padamu gaung kematianku, episode kelahiranku"
...rasa sakit itu jelmaan jurang terdalam yg harus kau lewati demi sebuah kebahagiaan.
Kau tenang ketika menyeberanginya -bahkan bila kau hanya brbekal seutas tali- maka kau akan sampai dengan selamat.
Kau berlari begitu cepat krn kau ingin sgr sampai, jangan menangis bila kau terjatuh.
cinta itu bukan melulu pengorbanan. Kau harus tahu apa yang telah kau tebar diatas bibit cinta yang kau miliki, shg kau dapat menebak apa yang akan kau panen kelak. Salah satu benih yang bisa kau tanam berbentuk kepercayaan dan keyakinan.
Jangan salah sangka , percaya dan yakin itu juga bukan melulu harus kau berikan padanya tapi juga harus banyak kau berikan pada dirimu sendiri.
kau adalah pendampingnya, sosok utuh yang menemaninya menghargai setiap perubahan dan setiap peristiwa.
Kau akuilah bahwa kau juga sosok yang penuh keinginan untuk ditemani dalam setiap perubahan, penghargaan, debar, ide yang kau miliki untuk dapat kau bangun. Dia akan lebih menghargaimu bila kau punya 'dirimu sendiri' dan keyakinanmu atas apa yang kau lakukan.
…
Aku pernah membiarkan diri terjebak dalam ruangan yang salah . Aku pernah membiarkan diriku menebar pupuk yang salah dalam memelihara hubungan. Aku begitu takut akan rasa kehilangan.
Aku pernah ingin mengasah dan menancapkan pisau dijantung ketika kehilangan ternyata tetap harus aku hadapi.
Aku pernah ingin mati karena perasaan sakit yang luar biasa. aku membuang kenangan dan mulai mengiris-iris ingatan.
Aku pernah salah memasuki ruangan dan menebar pupuk yang malah mematikan. gaungku dan apa yang aku panen hanya menyerangku balik.
aku lelah.
"…words were no longer enough. Smashing things were no longer help. Just wanna run and never comeback.." (JK Rowling)
Aku memaksa diri melepaskan setiap harap, tapi simpul terlalu kuat, ikatan yang bukan sekedar.
Ingatan tentang keyakinan yang kumiliki jadi pemandangan indah (ada dalam diri). Keyakinan yang membuatku berpijak tegak bertahan dari badai yang aku ciptakan dalam diri.
Seandainya Tuhan berkenan aku ingin melihat pemandangan itu lebih dekat lagi.
Tuhan masih selalu Maha Pendengar Pinta, Maha PembolakBalik Hati.
...
jangan menipu batin bahwa kau tidak lelah. Aku percaya ini hanya ledakan dari sakit yang kau rasakan dan ternyata kita hanya menangisi sesal, karena ternyata kita juga bersalah atas rasa sakit ini.
Biarkan kau (dia) satukan lagi setiap keping perasaan yang kalian miliki . Tidak ada dendam tidak ada lagi noda yang merusak pandangan. Biarkan kau bangun lagi semua dirimu yang pernah kau tinggal dibelakang. biarkan dia mengambil nafas dulu untuk menjernihkan dadanya menghilangkan ragunya. biarkan kau tegakkan lagi tiang yang pernah runtuh yang ada dalam diri. biarkan dia menyusuri dulu dilemanya, setiap jejak yang menuntunnya kembali padamu.
Akan ada yang terburuk dari semuanya. kau harus pahami itu. kau harus bertahan berdiri dengan kakimu walau kau harus memegang penyangga ditanganmu. semuanya akan menjadi yang terbaik untukmu. Dia yang Maha Tahu sedang merencanakan sesuatu untuk hidupmu. Dia yang Maha Pemberi takkan berikan rasa sakit lebih daripada yang bisa kau tanggung.
Berjuanglah bersama harapan dan sisa-sisa perasaaanmu yang masih lekat. Bebaskan rasa sakit, demi mimpi dan keinginanmu untuk terus mencinta.
Tuhan lebih dekat dari urat lehermu.
...
-hes-
...rasa sakit itu jelmaan jurang terdalam yg harus kau lewati demi sebuah kebahagiaan.
Kau tenang ketika menyeberanginya -bahkan bila kau hanya brbekal seutas tali- maka kau akan sampai dengan selamat.
Kau berlari begitu cepat krn kau ingin sgr sampai, jangan menangis bila kau terjatuh.
cinta itu bukan melulu pengorbanan. Kau harus tahu apa yang telah kau tebar diatas bibit cinta yang kau miliki, shg kau dapat menebak apa yang akan kau panen kelak. Salah satu benih yang bisa kau tanam berbentuk kepercayaan dan keyakinan.
Jangan salah sangka , percaya dan yakin itu juga bukan melulu harus kau berikan padanya tapi juga harus banyak kau berikan pada dirimu sendiri.
kau adalah pendampingnya, sosok utuh yang menemaninya menghargai setiap perubahan dan setiap peristiwa.
Kau akuilah bahwa kau juga sosok yang penuh keinginan untuk ditemani dalam setiap perubahan, penghargaan, debar, ide yang kau miliki untuk dapat kau bangun. Dia akan lebih menghargaimu bila kau punya 'dirimu sendiri' dan keyakinanmu atas apa yang kau lakukan.
…
Aku pernah membiarkan diri terjebak dalam ruangan yang salah . Aku pernah membiarkan diriku menebar pupuk yang salah dalam memelihara hubungan. Aku begitu takut akan rasa kehilangan.
Aku pernah ingin mengasah dan menancapkan pisau dijantung ketika kehilangan ternyata tetap harus aku hadapi.
Aku pernah ingin mati karena perasaan sakit yang luar biasa. aku membuang kenangan dan mulai mengiris-iris ingatan.
Aku pernah salah memasuki ruangan dan menebar pupuk yang malah mematikan. gaungku dan apa yang aku panen hanya menyerangku balik.
aku lelah.
"…words were no longer enough. Smashing things were no longer help. Just wanna run and never comeback.." (JK Rowling)
Aku memaksa diri melepaskan setiap harap, tapi simpul terlalu kuat, ikatan yang bukan sekedar.
Ingatan tentang keyakinan yang kumiliki jadi pemandangan indah (ada dalam diri). Keyakinan yang membuatku berpijak tegak bertahan dari badai yang aku ciptakan dalam diri.
Seandainya Tuhan berkenan aku ingin melihat pemandangan itu lebih dekat lagi.
Tuhan masih selalu Maha Pendengar Pinta, Maha PembolakBalik Hati.
...
jangan menipu batin bahwa kau tidak lelah. Aku percaya ini hanya ledakan dari sakit yang kau rasakan dan ternyata kita hanya menangisi sesal, karena ternyata kita juga bersalah atas rasa sakit ini.
Biarkan kau (dia) satukan lagi setiap keping perasaan yang kalian miliki . Tidak ada dendam tidak ada lagi noda yang merusak pandangan. Biarkan kau bangun lagi semua dirimu yang pernah kau tinggal dibelakang. biarkan dia mengambil nafas dulu untuk menjernihkan dadanya menghilangkan ragunya. biarkan kau tegakkan lagi tiang yang pernah runtuh yang ada dalam diri. biarkan dia menyusuri dulu dilemanya, setiap jejak yang menuntunnya kembali padamu.
Akan ada yang terburuk dari semuanya. kau harus pahami itu. kau harus bertahan berdiri dengan kakimu walau kau harus memegang penyangga ditanganmu. semuanya akan menjadi yang terbaik untukmu. Dia yang Maha Tahu sedang merencanakan sesuatu untuk hidupmu. Dia yang Maha Pemberi takkan berikan rasa sakit lebih daripada yang bisa kau tanggung.
Berjuanglah bersama harapan dan sisa-sisa perasaaanmu yang masih lekat. Bebaskan rasa sakit, demi mimpi dan keinginanmu untuk terus mencinta.
Tuhan lebih dekat dari urat lehermu.
...
-hes-
Friday, July 09, 2004
daun-daun itu jatuh
hanya daunkering yang jatuh
luruh
memenuhi hati dengan
kelakarkelakar tentang
musimgugur
daun-daun itu jatuh
daun-daunitu
kadang
melukakanhati melukakan kenangan
daun-daun itu
jatuh
menyelipkan
satu cerita
daun-daunitu
jatuh dihati yang terdalam
luruh
memenuhi hati dengan
kelakarkelakar tentang
musimgugur
daun-daun itu jatuh
daun-daunitu
kadang
melukakanhati melukakan kenangan
daun-daun itu
jatuh
menyelipkan
satu cerita
daun-daunitu
jatuh dihati yang terdalam
Saturday, July 03, 2004
Memanen Perasaan Laju Kereta
sejak pertama kali menumpang KRL jurusan Bogor Jakarta, entah darimana datangnya inspirasi jenuh, saya sudah memutuskan untuk tak menyukai kereta ini. Entah karena lajunya yang deras membelah angin, entah karena pemandangannya yang selintas beterbangan kabur di pelupuk mata, entah karena bangkunya yang berlubang kaku dan keras, atau entah karena saya selalu tak bisa berpegangan pada besi penyanggah yang tingginya tak dapat saya jangkau. entahlah, tapi yang jelas kejenuhan itu sudah merasuk sejak saya pertama kali menghirup aroma KRL itu.
sombong mungkin sekilas kedengarannya. tetapi jelas sekali, ini bukan sesuatu yang patut disombongkan. segan naik KRL maka alamat tak bisa kemana-mana (tak bisa kemana-mana jelas tak bisa sombong). dengan rute angkot yang pendek dan ongkosnya yang selalu naik justru akan memakan biaya banyak yang kalau dipikir-pikir lebih baik dananya dialokasikan untuk kebutuhan yang lain, membeli makanan misalnya (manusia selalu lapar). jadi ini bukan masalah sombong atau tidak sombong (atau tidak mau disebut sombong) tapi ini cuma sekedar perasaan ketertarikan dan ketidatertarikan pada suatu objek. jelas dalam kasus menyangkut pilihan untuk menggunakan KRL sebagai alat tranportasi ini, saya tidak tertarik!
...
aku gelisah. gemuruh kereta dan hentakan-hentakan goyang gerbongnya membuatku agak mabuk. pemandangan diluar hanya berupa garis tipis-tipis selaju dengan deras kereta yang berjalan. tak ada yang menarik.
sebentar-bentar pedagang buah pir menawarkan dagangannya padaku. seolah-olah aku memang tertarik untuk membeli setiap buah yang ditawarkan. padahal sejak dari stasiun bogor tadi, jangankan membeli buah atau dagangan lain, membuka mulut pun aku enggan. bahkan kalau boleh tidak bernafas aku lebih suka untuk menyimpan nafas itu ditas dan biar kupakai lagi nanti sehabis turun dari kereta.
seorang bocah naik bersama anak kecil yang dituntunnya. kumuh dekil lusuh. aku tahu perasaanku ini bergolak ramai. setiap hari ini pemandangan yang selalu aku dapati dan aku tak pernah terbiasa.
sebentar kemudian terdengar suara alunan musik dari dalam tas besar yang dicangklong bocah itu. anak kecil yang dituntunnya, mungkin adiknya, lalu bernyanyi layaknya berkaraokean. sesekali diselingin dengan goyangan pinggul yang aduhai.
sepertinya bila ia agak besar dan tubuh kecilnya sudah memperlihatkan lekuk-lekuk kewanitaan, dengan gerakan seperti itu pasti akan membuat para lelaki yang memenuhi gerbong itu akan menelan ludah. seerotis itukah hidup?
kadang lewat pemuda-pemuda kurus berpakaian rombeng. menadah meminta memohon sedikit suapan sedekah untuk mengganjal perut upah dari sekedar membersihkan sampah-sampah yang berceceran di gerbong. kotor gondrong dan hitam. selapar itukah bangsa?
mungkin bila aku memejamkan mata dan menajamkan semua indera yang aku punya, aku berkesempatan untuk mendengarkan setiap jerit hati manusia yang berada dalam gerbong ini.
mungkin akan terdengar rintihan rasa sakit, geraman amarah, desah kelelelahan, walau pasti aku juga akan mendengar tasbih tahmid takbir mengingat Tuhan, kenikmatan bersyukur.
setiap kali segelintir rasa perih menyelinap di dada. hanya perasaan perih tak berguna karena merasa diri tak berguna, tidak mampu berbuat apa-apa untuk membantu yang papa.
perih tak berguna karena merasa diri tak berguna, tidak mensyukuri setiap nikmat yang telah jatuh berhamburan didiri.
kalau boleh aku tak bernafas dulu, aku lebih suka menympannya rapih dalam tas. di atas kereta, perasaan bersyukur akan bergolak berjuang berteriak ramai didada. dan saat itu aku merasa aku tak berhak atas nafas kenikmatan yang jarang aku syukuri.
...
kalau mau membicarakan soal KRL jurusan Bogor Jakarta, dimana saya selalu berhenti dan naik dari stasiun depok baru (kota tempat saya tinggal bersama suami), maka jangan bicarakan dengan saya, karena saya tidak tertarik. tapi bila ngotot berkeinginan untuk membicarakannya dengan saya, maka saya punya seribu satu macam perasaan yang bisa saya ceritakan.
sombong mungkin sekilas kedengarannya. tetapi jelas sekali, ini bukan sesuatu yang patut disombongkan. segan naik KRL maka alamat tak bisa kemana-mana (tak bisa kemana-mana jelas tak bisa sombong). dengan rute angkot yang pendek dan ongkosnya yang selalu naik justru akan memakan biaya banyak yang kalau dipikir-pikir lebih baik dananya dialokasikan untuk kebutuhan yang lain, membeli makanan misalnya (manusia selalu lapar). jadi ini bukan masalah sombong atau tidak sombong (atau tidak mau disebut sombong) tapi ini cuma sekedar perasaan ketertarikan dan ketidatertarikan pada suatu objek. jelas dalam kasus menyangkut pilihan untuk menggunakan KRL sebagai alat tranportasi ini, saya tidak tertarik!
...
aku gelisah. gemuruh kereta dan hentakan-hentakan goyang gerbongnya membuatku agak mabuk. pemandangan diluar hanya berupa garis tipis-tipis selaju dengan deras kereta yang berjalan. tak ada yang menarik.
sebentar-bentar pedagang buah pir menawarkan dagangannya padaku. seolah-olah aku memang tertarik untuk membeli setiap buah yang ditawarkan. padahal sejak dari stasiun bogor tadi, jangankan membeli buah atau dagangan lain, membuka mulut pun aku enggan. bahkan kalau boleh tidak bernafas aku lebih suka untuk menyimpan nafas itu ditas dan biar kupakai lagi nanti sehabis turun dari kereta.
seorang bocah naik bersama anak kecil yang dituntunnya. kumuh dekil lusuh. aku tahu perasaanku ini bergolak ramai. setiap hari ini pemandangan yang selalu aku dapati dan aku tak pernah terbiasa.
sebentar kemudian terdengar suara alunan musik dari dalam tas besar yang dicangklong bocah itu. anak kecil yang dituntunnya, mungkin adiknya, lalu bernyanyi layaknya berkaraokean. sesekali diselingin dengan goyangan pinggul yang aduhai.
sepertinya bila ia agak besar dan tubuh kecilnya sudah memperlihatkan lekuk-lekuk kewanitaan, dengan gerakan seperti itu pasti akan membuat para lelaki yang memenuhi gerbong itu akan menelan ludah. seerotis itukah hidup?
kadang lewat pemuda-pemuda kurus berpakaian rombeng. menadah meminta memohon sedikit suapan sedekah untuk mengganjal perut upah dari sekedar membersihkan sampah-sampah yang berceceran di gerbong. kotor gondrong dan hitam. selapar itukah bangsa?
mungkin bila aku memejamkan mata dan menajamkan semua indera yang aku punya, aku berkesempatan untuk mendengarkan setiap jerit hati manusia yang berada dalam gerbong ini.
mungkin akan terdengar rintihan rasa sakit, geraman amarah, desah kelelelahan, walau pasti aku juga akan mendengar tasbih tahmid takbir mengingat Tuhan, kenikmatan bersyukur.
setiap kali segelintir rasa perih menyelinap di dada. hanya perasaan perih tak berguna karena merasa diri tak berguna, tidak mampu berbuat apa-apa untuk membantu yang papa.
perih tak berguna karena merasa diri tak berguna, tidak mensyukuri setiap nikmat yang telah jatuh berhamburan didiri.
kalau boleh aku tak bernafas dulu, aku lebih suka menympannya rapih dalam tas. di atas kereta, perasaan bersyukur akan bergolak berjuang berteriak ramai didada. dan saat itu aku merasa aku tak berhak atas nafas kenikmatan yang jarang aku syukuri.
...
kalau mau membicarakan soal KRL jurusan Bogor Jakarta, dimana saya selalu berhenti dan naik dari stasiun depok baru (kota tempat saya tinggal bersama suami), maka jangan bicarakan dengan saya, karena saya tidak tertarik. tapi bila ngotot berkeinginan untuk membicarakannya dengan saya, maka saya punya seribu satu macam perasaan yang bisa saya ceritakan.
Subscribe to:
Posts (Atom)

