..Fitrah itu seharusnya menimbulkan haru tapi keharuan yang lain yang saya rasakan adalah ketika kami (saya dan suami) menyadari betapa kami telah melewatkan kesempatan untuk kembali fitrah dengan menyiakan bulan penuh rahmat Ramadhan. Berharap semoga Ramadhan kelak masih bisa kami temui.
Lebaran sudah lewat. Pakaian-pakaian sudah dicuci dan kembali ke lemari. Toples-toples kosong dan kompor mulai lagi dinyalakan. Seperti kata suami saya, "..Here we go again..."
So, here we go again,
Fotolympus
Sebulan yang lalu suami saya bertugas ke Makasar. Berbekal kamera digital pinjaman dan semangat berpetualang, ia merekam perjalanannya. Kesempatan bepergian keluar kota gratis jarang sekali jadi tentu saja harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Oleh karena itu saya memintanya mengajak si Comel (boneka kelinci coklat).

Comel adalah salah satu dari boneka kesayangan kami. Karena kebetulan ukurannya kecil dan mudah dibawa kemana-mana, maka ia yang paling sering diajak bepergian.

Suami saya suka sekali membidik objek lewat kamera. Kebetulan sekali ia mendapatkan momen bagus ini untuk diabadikan dengan bantuan comel sebagai modelnya tentu saja. Saya suka foto ini. Suasananya religius dan saya merasa mendengar comel sedang mendesahkan nafasnya.

Sebastian adalah bagian dari koleksi kesayangan kami yang lain. Tentu saja, tidak seperti comel yang agak pendiam, sebastian si kepiting lebih agresif dan senang bercanda. Pernah satu kali kami merekam wawancara kami dengannya dalam kaset. Ketika itu ia berbicara dalam bahasa yang kami mengerti tentunya, bahasa ajaib. :)

Comel berteman dengan sebastian. Tidak yakin juga mereka suka mengobrol apa tidak karena sekarang ini mereka bertumpuk diatas modem eksternal komputer kami.
Pokoknya kami menganggap kamera digital ini ajaib. Kamera merk Olympus ini menciptakan ceritanya sendiri. Kami berharap kelak satu hari nanti kami memilikinya sendiri. Jadi bisa menemani kamera Minolta kami dirumah.
...
well?

