Wednesday, June 29, 2005

bukan sekedar memori, ibu

ALLAH sudah menjanjikan 'dibalik kesulitan selalu ada kemudahan'. kalau ibu adalah kesabaran maka saya tidak mencapai satu titik dari keistimewaan itu.

saya mengenal ibu (bukan sekedar, assalamualaikum ibu, saya pacarnya wicak) hampir 1 tahun 47 hari -seumur pernikahan saya dan suami saya. saya ingat sekali sebelum pernikahan kami, ibu menolak saya panggil ibu (saya biasa memanggil beliau tante) karena ibu ingin menyakinkan dirinya bahwa kelak saya memang pantas mendampingi anaknya dan menjadi anaknya pula.

sebentar sekali waktu buat saya meyakinkan ibu bahwa saya bisa menjadi menantu yang baik dan istri yang baik buat anaknya. tapi waktu yang sebentar itu sudah lebih dari cukup buat saya percaya bahwa ibu adalah wanita (melampaui mamah) yang paling sabar yang pernah saya kenal.

hari terakhir sebelum ibu kondisi kesehatan ibu memburuk, kami berbincang serius. ibu banyak cerita tentang masa lalunya, ketakutan beliau menghadapi masa tuanya, dan kekhawatirannya pada anak-anaknya. saya bilang pada beliau bahwa beliau bisa cerita apa saja pada saya. ibu tersenyum dan mengangguk. hati saya berbunga. saya membayangkan hari-hari dimana ibu mempercayai saya seperti saya pada ibu. berbincang berbelanja belajar bersama dengan ibu. (ALLAH tahu ibu banyak berikan saya pelajaran).

tapi kenyataan berbicara lain. apa yang bisa saya lakukan hanyalah mendampingi beliau dalam diam. saya hanya berharap waktu yang sebentar itu sudah mematri kepercayaan ibu pada saya. kadang saya bertanya-tanya apakah ibu pergi begitu cepat karena memang mempercayai saya?

selama ibu sakit, saya memasakkan ibu makanan yang paling baik yang saya mampu buat untuk ibu. setiap kali saya menyajikannya pada ibu, dengan terbata dan dengan pandangannya yang lembut ibu mengucapkan terima kasih dengan tersenyum. saya akan lakukan apa saja, ibu, untuk menyenangkan hati ibu.

kalau membantu ibu mandi atau berganti pakaian, ibu hanya diam, membiarkan saya membersihkan tubuh dan kepalanya, walau saya tahu rasa sakit (kepala) sedang mnyiksanya. ibu hanya ingin bersih. ibu tahu persis sewaktu-waktu beliau pasti di panggil Tuhannya. ibu hanya ingin bersih. saya akan lakukan apa saja untuk membantu, ibu.

saya tidak sempat mengucapkan salam saya untuk ibu. assalamualaikum ibu, saya akan belajar banyak dari ibu untuk menjadi istri yang baik dan shalehah (seperti harapan ibu pada saya).

0 comments: