Suamiku bergegas ke kantor pagi ini, selain karena sudah ditunggu temannya untuk berangkat bareng tentunya juga karena ngga ingin paginya 'rusak' dengan amukan aku yang ngga 'beralasan'.
Terlalu mengada-ada memang tapi sungguh hal itu membuat perasaan aku periiiih sekali. Bahkan di undangan untuk suamiku pun tidak ada tertera '& istri'. Padahal kedua calon pengantin adalah teman sekaligus sahabatku.
Seorang teman menghiburku dengan mengatakan "lo kan dah Nyonya dari suami lo. Jadi kalau cuma nama suami lo yang tertera diundangan berarti itu artinya untuk lo berdua: Bapak dan Ibu Wicaksono Hidayat!" Oke, make sense!.
Tapi diundangan lain dua orang teman yang juga sudah menikah dituliskan lengkap nama suami dan istrinya sekaligus dalam satu undangan. Itu lebih masuk akal! Aku merasa 'diperlakukan' tidak adil dengan alasan sentimentil.
Byar! I've ruined my day with all the nonsense.. but actually it's kind important for me. Paling tidak aku kepengen merasa jadi bagian dari undangan itu (merasa di undang) dan bukan cuma sekedar istri atau pasangan seseorang yang memang seharusnya datang menemani suami atau pasangannya! Sekedar menemani dan bukannya diundang untuk melihat sahabatnya bahagia di pelaminan!!
Aku merasa ngga excited lagi ngerjain The Book yang lagi aku kerjain beberapa hari belakangan ini..

But still, buried deep ini my heart i really wanna come.. but gosh, all the anger make me feel terible!


0 comments: