Satu hal saat ini aku ingin sekali berjalan. Kemana saja. Duduk dan merenung di suatu tempat yang agak jauh dari rumah. Melihat daundaun yang belum pernah aku lihat menghirup suasana yang belum pernah aku hirup.
Ah ibu hamil (bahkan yang sedang tidak hamil) adakalanya berada dalam ke'melow'an yang takkan dapat dimengerti orang lain bukan?
Suatu hari aku pernah mengirimkan sebuah surat pada seorang teman yang hingga detik ini memiliki segudang beban yang ditanggung di pundaknya sendirian (seandainya saja ia sempatkan diri membaca ini)..
Puisi jadi bagian dari hidup gw sekarang, segala sesuatu yang ga gw pahami gw tulis menjadi puisi sesuatu yang gw inginkan gw gambarkan dalam puisi semua hal yang menjadi sandungan gw caci maki di puisi.. puisi gw ga pernah bagus. ga. tapi peduli amat toh tidak ada yang menikmatinya selain gw dan kadangkadang sepi (kalau sepi lagi mampir).kadang gw pengen banget punya keberanian buat ngumpulin karya2 gw dan gw kirim ke korankoran.. apa yang membuat gw ga berani mungkin karena alasan klise. gw takut pada harapan yang akan hadir dalam diri gw dan gw takut kembali kecewa karena harapan itu tdk terwujud hingga mendesak lebih dalam kepercayaandiri gw yang ga pernah timbul menjadi semakin tidak terlihat.
tapi well suatu saat gw akan memasang topeng dan mencoba.
Lalu? Seandainya saja ia membaca..
Sejak lo menelepon gw tentang 'lamaran' itu sejak itu gw kwatir. gw tahu ga semestinya gw kwatir.. gw hrs percaya pada keputusan yang lo buat pada hati yang lo pilih. jadi kalaupun lo memutuskan untuk pergi, pergilah. memang tidak bisa di pungkiri.. ada satu masa dimana kita semua akan pergi karena hidup tidak hanya berkutat di masa lalu atau masa sekarang tapi menuju masa depan.
setiap kali gw meyakinkan diri gw kalau 'kesempatan baik' tidak akan datang dua kali setiap kali dala diri gw selalu timbul pertanyaan apakah kita tahu kalau kesempatan ini memang baik untuk kita? lalu gw akan menggelenggeleng karena memang tidak akan pernah ada orang lain yang bisa menjawabkan pertanyaan itu untuk kita.
rasanya jawabannya harus kita sendiri yang buat. kalau itu sebuah kesempatan maka akan jadi baiklah kalau kita membuatnya baik. jadi kembali lagi, gw hrs percaya pada keputusan yang lo buat dan hati yang lo pilih, siapapun itu dimanapun itu kapanpun itu..krn gw percaya lo mampu membuat sebuah kesempatan menjadi baik buat hidup lo.
'Sementara aku berkeinginan mengenakan topeng hingga timbul keberanian untuk membeberkan karyaku dihadapan orang banyak apakah dia berkeinginan untuk menegakkan diri dan membuka topengnya hingga dapat melanjutkan hidup sebagai diri sendiri?'
aku jadi bertanyatanya, seandainya ia membaca..
Ah, ke'melow'an ini..


1 comments:
ayo. aku dukung kirimkan puisinya ke manamana. jangan takut. :)