Saturday, January 28, 2006

donalBebek

USGBeberapa tahun lampau aku punya dua buah gantungan kunci yang amat sangat aku suka. Gantungan kunci itu berbentuk karakter donal (yang satu donal yang berpose dengan bola sepaknya dan yang satunya lagi gaya donal klasik yang manis).

Gantungan kunci yang satu (donal sepak bola) aku berikan pada 'calon pacar'ku waktu itu untuk gantungan kunci kamar kosnya dulu. Yah, hitunghitung pemberian manis (memberikan sesuatu yang kita sukai itukan namanya manis..).

Tapi sayangnya dia lupa dan meninggalkannya di loker kantornya yang dulu.

Gantungan kunci yang satunya lagi terbuat dari besi dengan warna tembaga (coklt kemerahan). Keren sekali. Aku menemukannya dijual di salah satu toko buku di Bogor dengan harga yang saanggggat murah (harga persisnya lupa). Aku biasa menggantungkannya di tas atau di loose leaf. Tapi sayang sekali, sekali lagi, namanya juga barang kalau tidak hilang ya ruksak.

Hiks.

Tapi bagaimanapun karakter donal selalu jadi faforit. Kadangkadang kalau membaca 'cerita'donal disalah satu album donalBebek, aku melihat dulu bagian akhirnya. Kalau bagian akhirnya dia beruntung maka aku akan dengan lega hati membacanya :p ..kalau tidak aku lebih suka membaca cerita yang lain dulu baru kemudian membaca cerita donal yang dilewati itu.

Tapi teteeup donal dan segala yang berbau kotaBebek dan penghuninya selalu jadi daya tarik tersendiri buatku (dan suami -yang walau telah menghilangkan gantungan kunci donal sepakbola itu tapi sekarang dengan senang hati akan selalu membelikan aku album donalBebek kalau aku minta :p).

Kalau saja sejak taman kanakkanak dulu aku menyimpan albumalbum donalBebek, sekarang aku pasti sudah punya bertumpuktumpuk satu kamar penuh yang bisa dibaca setiap saat. Sayang, semua raib entah kemana.

Kalau punya anak kelak dan ia menginginkan album donalBebek (termasuk bukubuku anakanak atau komikkomik keren) aku akan (membantu) menyimpankannya baikbaik supaya dia ngga menyesal seperti aku saat ini. Perpustakaan komik pribadi kan seru..


27/01/06

Wednesday, January 25, 2006

'Menjadi Ibu Sulit Ya?' versus 'Mencari Pendamping Hidup itu Sulit Ya?'

USG19 Minggu usia kandunganku, belum di USG lagi biasanya hanya mendengarkan detak jantung bila periksa rutin ke dokter. Tapi tepat jam 16.25 hari ini (14/01/06) janin di dalam perutku bergerak. Mungkin. Karena aku belum pernah hamil, aku tidak dapat memperkirakan pasti itu gerakan janin atau karena aku sedang lapar?

Ada banyak hal yang mencemaskan aku. Aku tahu tidak seharusnya ibu hamil memikirkan hal-hal yang menggelisahkan diri. Tapi mungkin wajar juga mengingat kelak aku harus mampu mengurus segala macam dengan peranku yang sudah berubah, bukan hanya seorang istri dan atau menantu di rumah ini tapi juga seorang ibu.

Aku mengingat teman-teman yang belum menikah -kalau kata Rachel Greene dalam serial Friends ketika Monica Geller akan menikah (baru bertunangan) "Knowing that you'll be married is remind me that i'am not. I'm not even close!"- ..

Seorang teman yang baru bertemu beberapa hari yang lalu bilang, 'Katakatanya Neng (nama seorang teman) ada benarnya juga, Hes. Saat ini apa yang penting bukan lagi nyari dan nemuin cinta yang mengebu-gebu tapi yang penting adalah kita menikah dengan seseorang dan hidup bersamanya'.

Aku diam. Saat itu benarbenar ngga paham. Selama ini aku pikir menikah adalah bagian dari jatuh cinta. Kita harus mencinta dan dicinta sebelum menikah. Tapi ternyata -harus disadari atau tidak, mau diakui atau tidak- cinta tidak selamanya harus menjadi awal dari sebuah pernikahan.

Sebuah dunia pernikahan mungkin selalu akan berbeda dalam sudut pandang setiap orang. Mungkin seperti katamu, mas, dalam Bakiak

"Kita (yang bakiak) dalam mencari jodoh adalah mencari pasangan yang paling pas. Mungkin lebar dan panjangnya tak sama sepadan betul, mungkin karetnya tak sama lunak-kerasnya, mungkin tebalnya njomplang, mungkin beratnya jauh terpaut atau dekat.

Jadi antara satu insan dan insan lain, tak ada yang namanya 'pas' atau 'klop' sepasang layaknya sepatu kiri dan kanan. Melainkan memang kita nih cuma bisa berusaha, mencari pasangan bakiak yang sebisa mungkin paling pas untuk kita."


Aku masih diam sampai sekarang. Sampai sekarang masih benarbenar ngga paham. Tapi ngga penting apa yang menjadi pemahamanku menyangkut keputusan yang akan diambil temanku itu. Dunianya adalah lakon yang hendak dan akan dipahaminya sendiri ngga masalah apa kata orang selama apa yang ia lakonkan memang apa yang ia inginkan.

Seperti aku. Ibu rumah tangga yang sama sekali belum bekrja di usia 26tahun, sedang mengandung, menghabiskan banyak waktunya dengan merunut resepresep yang belum tentu diolah; mengutakatik kodingkoding PHP dan HTML yang belum pernah berhasil; membajak teve seharian dengan menonton serial Friends; menulis ceritacerita pendek yang ngga pernah selesai; menghitunghitung setiap pengeluaran yang selalu melebihi budget. Tentu saja apa yang aku kerjakan mungkin akan membuat dahi beberapa orang berkerut, 'apa ga bosen ya?'.

USGTapi lagi, Duniaku adalah lakon yang hendak dan akan aku pahami sendiri ngga masalah apa kata orang selama apa yang aku lakonkan memang apa yang aku inginkan. Menjadi ibu rumah tangga yang hanya mengurusi rumah, suami dan tentunya anakanak kelak pasti lebih menyenangkan kalau aku bisa memahaminya lebih baik.

Jadi, apakah lebih sulit menjadi ibu atau mencari pendamping hidup? Jawabannya akan selalu berbeda.

hes. 14/01/06

Monday, January 23, 2006

20 Minggu

Bergerak! Akhirnya terasa janin dalam kandungan bergerakgerak,menendangnendang dan mungkin sedikit bersalto. Jelass ini pasti bayi kami yang bergerak bukan sekedar masuk angin atau lapar..:p

Yiipii, semoga lahir sehat dan selamat.

Monday, January 02, 2006

byar!

Tidak ada namaku tertera di satu pun undangan yang dikirimkan ke rumah kami!! Byar, seharian aku mengamuk untuk alasan yang mungkin semua orang dibelahan dunia manapun tidak akan pernah mengerti....

Suamiku bergegas ke kantor pagi ini, selain karena sudah ditunggu temannya untuk berangkat bareng tentunya juga karena ngga ingin paginya 'rusak' dengan amukan aku yang ngga 'beralasan'.

Terlalu mengada-ada memang tapi sungguh hal itu membuat perasaan aku periiiih sekali. Bahkan di undangan untuk suamiku pun tidak ada tertera '& istri'. Padahal kedua calon pengantin adalah teman sekaligus sahabatku.

Seorang teman menghiburku dengan mengatakan "lo kan dah Nyonya dari suami lo. Jadi kalau cuma nama suami lo yang tertera diundangan berarti itu artinya untuk lo berdua: Bapak dan Ibu Wicaksono Hidayat!" Oke, make sense!.

Tapi diundangan lain dua orang teman yang juga sudah menikah dituliskan lengkap nama suami dan istrinya sekaligus dalam satu undangan. Itu lebih masuk akal! Aku merasa 'diperlakukan' tidak adil dengan alasan sentimentil.

Byar! I've ruined my day with all the nonsense.. but actually it's kind important for me. Paling tidak aku kepengen merasa jadi bagian dari undangan itu (merasa di undang) dan bukan cuma sekedar istri atau pasangan seseorang yang memang seharusnya datang menemani suami atau pasangannya! Sekedar menemani dan bukannya diundang untuk melihat sahabatnya bahagia di pelaminan!!

Aku merasa ngga excited lagi ngerjain The Book yang lagi aku kerjain beberapa hari belakangan ini..

But still, buried deep ini my heart i really wanna come.. but gosh, all the anger make me feel terible!