Aku kadang masih suka menggelengkan kepala, ngga percaya bahwa hanya dalam hitungan bulan, aku akan menjadi ibu dan suamiku menjadi ayah sementara beberapa tahun silam kami hanya 'remajaremaja' dewasa yang egois dan penuh keinginan untuk hanya bersenangsenang tanpa berpusing memikirkan kewajiban dan tanggung jawab.
Ajaib sesuatu yang bernama waktu itu.
Sepuluh hari setelah keterlambatan kami merasa gugup sewaktu melakukan tes kehamilan di rumah. Sebulan setelah itu kami merasa waswas dengan hasil USG yang akan diberikan dokter. Tiga bulan usia kandungan, kami tertegun mendengar detak jantung si kecil yang berdegup cepat. Empat bulan, kami masih belum percaya bahwa Tuhan akan memepercayakan pada kami seorang anak. Lima bulan, gerakangerakan halus mulai terasa dan teraba (Bayi kami menggeliat). Enam bulan, kami takjub melihat tangantangan kecil yang 'melambai' dan detak jantung yang berdenyut dalam rongga dada (Anak kami ya Tuhan?). Tujuh bulan, bajubaju mulai mengerut dan orangorang mulai bertanya 'Sudah berapa bulan?'....
Beragam masalah kehamilan mulai dari makanan hingga kecemasan harus dilalui satu per satu, harus di hadapi waktu demi waktu. Beragam keinginan beragam rasa sakit beragam ke'sensitif'an membetuk kombinasi yang kadang sulit untuk dilalui tanpa rasa perih tapi mungkin itu semua adalah bagian dari 'keajaiban' indahnya hamil.
Rasa takut menghadapi kelahiran nanti mulai menjadi keresahan. Mungkin bukan takut akan rasa sakit -yang belum dapat dibayangkan sekarang-. Lebih karena rasa takut menghadapi sebuah 'kesempatan' bertarung meregang nyawa, apakah aku akan sempat menikmati menggendong bayiku dan menjadi seorang ibu yang membesarkannya? (Ya, Allah selamatkanlah kami berdua).
Rasa sakit yang akan aku hadapi tentunya tidak akan sebanding dengan 'keajaiban' yang akan menjadi obat penyembuh rasa sakit seperti apapun dan yang telah Tuhan percayakan pada kami, setelah aku menggendongnya. (Ya, Allah selamatkanlah kami berdua).
Tapi well, menjadi seorang ibu tentunya perlu keikhlasan dan hanya itulah yang tentunya akan menguatkan aku menghadapi dan menikmati setiap detik saat ini hingga menjelang kelahiran kelak dan insyaALLAH setelah itu.
:)


