Friday, April 28, 2006

Kado Pertama Dari Bandung

Membeli perlengkapan bayi beberapa waktu silam, kami menghitunghitung dan menerkanerka kirakira apa yang perlu dibeli dan apa yang bisa diharapkan dari kadokado yang mungkin akan ada (he he ge er).

Suamiku bahkan menulis wish list di blognya. Beberapa poin sih memang agak maksa tapi namanya juga wishes, jadi sahsah aja kali ya? :p

Kakak ipar sudah memberikan se'gunung' pakaian lama anakanaknya dulu. Pakaianpakaian itu hampir seluruhnya pakaian anak perempuan dan untuk digunakan ketika bayi berusia sekitar 8-12 bulan. -Kami bahkan belum tahu apakah anak kami perempuan atau lakilaki- Jadi kalau anak kami lakilaki, semua bajubaju itu akan dikembalikan lagi dengan ucapan 'Maaf, bajunya bagusbagus, tapi anak kami tidak telalu suka dengan motif kembangkembang'.

Tante kami di Cilegon juga sudah belanja bajubaju dan celana sebagai persiapan kado yang akan diberikan untuk kami bila bayi kami lahir nanti. Tentu saja kami riang karena itu artinya kami tak perlu lagi membeli bajubaju dan celana yang katanya kalau masih bayi perlu seringsering ganti baju dan celana (karena sering ompol bukan karena genit..).

Adik kami juga menjanjikan kereta bayi sebagai kado untuk keponakan pertamanya ini. Dia bertanya satu hari, 'Kereta bayi yang bisa tidur yang kaya gimana sih?'. karena sewaktu dia bertanya pada penjaga tokonya, si penjaga malah me'ninabobo'kan keretanya dan menidurkannya di lantai.. ngaco.

Tapi yang paling mengejutkan adalah bahwa kado pertama yang kami dapat, datang dari Bandung!. Satu hal kenapa mengejutkan adalah karena kami belum pernah bertemu muka dengan yang memberi kado. Beliau ini adalah pengarang buku BAM (Bertanya Atau Mati) dan istrinya.

Suamiku mengenalnya lewat media Blog. Blognya beliau ini adalah salah satu blog faforit yang sering dikunjungi suamiku. Dan sewaktu buku BAM terbit, suamiku (dengan bantuanku dan penjaga toko) harus mengobrakabrik Toko Buku Gramedia untuk berburu buku tersebut, karena kami tidak yakin harus mencari di rak buku jenis apa (he he). Setelah ditemukan dan kami baca (berduaan) berulang kali, kami memutuskan kalau buku tersebut harus masuk dalam daftar bukubuku faforit kami. Buktinya? Buku itu masuk dalam daftar barangbarang yang harus dibawa ke rumah sakit (ditekankan, daftar tsb dibuat sebelum kami mendapatkan kadonya! :p).

Jadi tengkyu pisan buat Isman dan Istrinya, Donna, buat kadonya dan perhatiannya yang besar untuk kami.

..Oia, biasanya kado dan pemberian menjelang persalinan pasti ditujukan untuk sang bayi yang akan lahir kelak, tapi dua hari lalu aku mendapatkan sebuah kalung cantik dari salah seorang teman kantor suamiku. Akhirnya ibunya juga dapet kado (he he). Makasih ya, Pi. Biar hamil tapi kudu tetep gaya, ya ngga? :)

Jadi Gendut Niy..

Seumur hidup (ga perlu dihitung masamasa bayi), aku ga pernah gendut. Bahkan melebihi berat badan ideal saja cuma ada dalam mimpi. Langsing? Ngga juga, lebih mungkin dibilang kurus. Jadi aku selalu punya keinginan untuk menambah berat badan (tentu dengan harapan penambahan berat badan itu tidak melebihi batas-batas ideal dengan tinggi badan aku ..yang ga seberapa).

Sejak kecil aku ngga biasa ngemil. Bukan karena ngga ada tapi ngga kepengen. Ngga suka aja. Makan aja susah. Kalau makan harus diingetin atau paling sering sih dipaksa. Kalau lagi makan, yang jadi fokus bukan makanannya tapi buku atau majalah (lebih banyak komik sih) yang lagi dibaca.

Tapi kalau jajan jangan ditanya deh.. Apalagi kalau ada jenis makanan baru yang perlu diburu. Pasti langsung dijarah abisabisan.. tapi tetep aja ngga gemuk tuh. Tapi mungkin berkah juga ya. Banyak orang yang berlebih berat badannya ingin kurus dan diet matimatian sementara aku makan matimatian tapi tetap aja ngga gemuk :p

Kata orangorang mungkin kalau aku menikah dan melahirkan anakanakku aku akan gemuk, paling tidak penambahan berat badan seperti yang aku 'idamidam'kan akan terwujud. Nyatanya memang begitu. Selagi hamil, nafsu makanku bertambah. Yang biasanya cuma sekadarnya saja kalau makan siang pagi atau malam, sekarang.. masih sekadarnya juga sih.. tapi 2 piring :p

Untungnya (:p) suamiku juga suka (dan hobi) jajan makananmakanan baru -atau lama- (tapi yang ngga menguntungkan dari hobi kami ini adalah.. anggaran jajan selalu lebih besar dari pada anggaran untuk tabungan. Hehe). Jadi selama hamil aku ngga banyak 'ngidam' yang ngga kesampaian karena biasanya langsung terpenuhi.

Misalnya waktu awal kehamilan aku pengen banget combro yang kering dan gurih. Untungnya suami tahu dimana harus membeli. Walau agak lama (krn menunggu tukang combronya pulang dari mudik), satu hari sepulang kantor dia membawakan aku beberapa buah, beberapa buah yang lain dimakan di jalan katanya :p

Jadi intinya mah sekarang aku gendut dan sering dibilang gendut. Lucu juga dengernya. Kalau aja tementemen (yang selalu berkomentar 'Makin kurus aja sih, hes' setiap kali bertemu) ngeliat aku sekarang pasti akan mengubah komentarnya. 'Wah, sekarang balapan sama wicak'. Ha ha haa!!

Berat badanku awal kehamilan adalah 34,6Kg. (Bandingkan dengan sepupuku yang masih berumur 7 tahun yang sekarang beratnya sudah 40 kg). Jadi kalau ada yang selalu mengingatkan aku kalau aku kurus ngga perlulah, buangbuang tenaga.. aku juga tahu (kan di rumah ada kaca). Sekarang beratku 47,7 kg jadi selama 7 bulan aku naik hampir 14 kg. Hebatkan? :p

Aku sih berharap setelah melahirkan berat badanku ngga menyusut tapi juga tentunya ngga berlebihan. Jadi aku pikir (banyakan mikir ngga dikerjakerjain) selain makan banyak dan bergizi (karena insyaAllah sedang menyusui), aku hrs sempetin olah raga.

He he sekarang aku tahu rasanya bingung karena kelebihan berat badan!

Monday, April 17, 2006

Keluarga dalam Album

Keluarga dalam Album

Beberapa hari ini aku keranjingan mengumpulkan fotofoto (format jpeg maupun cetak) dan menyusunnya (dlm format jpeg dengan photoshop) halaman per halaman.

dari www.pineapple-girl.comMisalnya kalau aku sedang menyusun 'fotofoto' hasil print USG aku akan menaruh 'judul' pada halamannya Hasil USG anak pertama. Kalau aku menyusun fotofoto perjalanan suami dengan salah satu boneka kami (:p), dari www.pineapple-girl.comaku akan memasang judul misalnya Papa dan Comel di Makasar. Kalau aku menyusun fotofoto aku dan salah satu boneka kami, judulnya bisa jadi Mama dan Conrad di Dapur. Dan sebagaisebagainya.

Kenapa aku memasang judul dengan menyebut diri kami mama dan papa? Niatnya sih karena fotofoto ini kelak akan kami perlihatkan pada anakanak kami (insyaAllah). Lucu banget rasanya menyebut diri mama dan papa. Padahal beberapa tahun lampau kami cuma bocabocah yang jajan es dan kerupuk lebar balur sambal kacang di pinggir sekolah SD setiap kali jam istirahat. Sekarang dengan perut bertambah buncit dan pikiran yang memenuhi kepala dengan segala macam tetek bengek urusan keuangan, rumah tangga dan lainlain, kami akan menjadi orang tua. :o

Setiap kali kami bicara soal 'akan menjadi apa anak kami kelak' dan bagaimana dengan pergaulannya nanti menginjak remaja.. kami dilanda kepanikan yang membuat kami ngga bisa bicara apaapa. Pergaulan, gaya hidup, 'tuntutan lingkungan', ke'modern'an, pendidikan agama yang semakin banyak di'modifikasi'.. uggghhh!

Tapi setakuttakutnya kami, kami percaya bahwa niat kami baik dan ikhlas. Belajar menjadi orang tua yang mendidik anakanak kami dengan pendidikan dan teladan yang paling baik yang mampu kami berikan. Selebihnya, semua tentunya kami serahkan pada kehendak ALLAH.