Membeli perlengkapan bayi beberapa waktu silam, kami menghitunghitung dan menerkanerka kirakira apa yang perlu dibeli dan apa yang bisa diharapkan dari kadokado yang mungkin akan ada (he he ge er).Suamiku bahkan menulis wish list di blognya. Beberapa poin sih memang agak maksa tapi namanya juga wishes, jadi sahsah aja kali ya? :p
Kakak ipar sudah memberikan se'gunung' pakaian lama anakanaknya dulu. Pakaianpakaian itu hampir seluruhnya pakaian anak perempuan dan untuk digunakan ketika bayi berusia sekitar 8-12 bulan. -Kami bahkan belum tahu apakah anak kami perempuan atau lakilaki- Jadi kalau anak kami lakilaki, semua bajubaju itu akan dikembalikan lagi dengan ucapan 'Maaf, bajunya bagusbagus, tapi anak kami tidak telalu suka dengan motif kembangkembang'.
Tante kami di Cilegon juga sudah belanja bajubaju dan celana sebagai persiapan kado yang akan diberikan untuk kami bila bayi kami lahir nanti. Tentu saja kami riang karena itu artinya kami tak perlu lagi membeli bajubaju dan celana yang katanya kalau masih bayi perlu seringsering ganti baju dan celana (karena sering ompol bukan karena genit..).
Adik kami juga menjanjikan kereta bayi sebagai kado untuk keponakan pertamanya ini. Dia bertanya satu hari, 'Kereta bayi yang bisa tidur yang kaya gimana sih?'. karena sewaktu dia bertanya pada penjaga tokonya, si penjaga malah me'ninabobo'kan keretanya dan menidurkannya di lantai.. ngaco.
Tapi yang paling mengejutkan adalah bahwa kado pertama yang kami dapat, datang dari Bandung!. Satu hal kenapa mengejutkan adalah karena kami belum pernah bertemu muka dengan yang memberi kado. Beliau ini adalah pengarang buku BAM (Bertanya Atau Mati) dan istrinya.
Suamiku mengenalnya lewat media Blog. Blognya beliau ini adalah salah satu blog faforit yang sering dikunjungi suamiku. Dan sewaktu buku BAM terbit, suamiku (dengan bantuanku dan penjaga toko) harus mengobrakabrik Toko Buku Gramedia untuk berburu buku tersebut, karena kami tidak yakin harus mencari di rak buku jenis apa (he he). Setelah ditemukan dan kami baca (berduaan) berulang kali, kami memutuskan kalau buku tersebut harus masuk dalam daftar bukubuku faforit kami. Buktinya? Buku itu masuk dalam daftar barangbarang yang harus dibawa ke rumah sakit (ditekankan, daftar tsb dibuat sebelum kami mendapatkan kadonya! :p).
Jadi tengkyu pisan buat Isman dan Istrinya, Donna, buat kadonya dan perhatiannya yang besar untuk kami.
..Oia, biasanya kado dan pemberian menjelang persalinan pasti ditujukan untuk sang bayi yang akan lahir kelak, tapi dua hari lalu aku mendapatkan sebuah kalung cantik dari salah seorang teman kantor suamiku. Akhirnya ibunya juga dapet kado (he he). Makasih ya, Pi. Biar hamil tapi kudu tetep gaya, ya ngga? :)





